Kecerdasan Musikal dan Kecerdasan Kinestetik

Gardner (2003) menyatakan bahwa kecerdasan musikal meliputi kemampuan siswa atau seseorang untuk menciptakan dan memainkan alat alat musik, menciptakan dan menyanyikan lagu lagu dan segala sesuatu yang berhubungan dengan musik dan kelengkapannya. Siswa atau orang dengan kecerdasan musikal yang tinggi pada umumnya kecerdasan logik matematik nya agak lemah. Demikian juga dengan siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik yang tinggi tidak selalu diikuti dengan kecerdasan logik matematik yang tinggi pula. Kecerdasan kinestetik meliputi kecerdasan olah gerak fisik. Misalnya, kecerdasan lari cepat, kecerdasan bermain sepak bola, bola basket.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Motivasi Belajar

( Sardiman, 2011) menyatakan bahwa motivasi belajar adalah dorongan siswa untuk belajar sesuatu. Dorongan itu dapat berasal dari dalam diri siswa itu sendiri maupun dari orang lain atau dikenal dengan motivasi internal dan motivasi eksternal. Ada beberapa aspek dari motivasi belajar yaitu, rasa ingin tahu, suka memecahkan masalah, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini benar, dapat mempertahankan pendapat, tidak suka mengerjakan hal hal yang bersifat manual, tidak mudah putus asa (tekun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar. Misal : Mundari (2012) menyimpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi belajar Biologi dengan prestasi belajar Biologi, Jumadi (2011) menyimpulkan ada hubungan positif antara motivasi belajar Matematika dengan prestasi belajar Matematika

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Prestasi Belajar

(Ormrod, 2009) menyatakan bahwa prestasi belajar siswa meliputi kemampuan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dengan sistem tertentu,dalam satuan waktu tertentu. Misalnya, prestasi belajar Biologi siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar Jamur. Setelah itu siswa mengerjakan soal ulangan harian Biologi dan dinilai oleh guru Biologinya. Prestasi belajar tersebut diujudkan dalam bentuk simbol angka, huruf, kalimat yang menggambarkan kemampuan siswa menguasai materi Jamur. Misal, Ani prestasi belajarnya 7, Siti aisyiah prestasi belajarnya 9, Muhammad prestasi belajarnya 10).Jadi prestasi belajar Biologi siswa dapat diukur dari ulangan harian tentang Janur.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kecerdasan Interpersonal

(Gardner, 1985) menyatakan ada beberapa macam kecerdasan yang dimiliki manusia, dan disebut sebagai kecerdasan majemuk. Kecerdasan majemuk tersebut meliputi kecerdasan logik matematik, natural, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

hubungan kecerdasan interpersonal dengan kemampuan memimpin

Dari hasil kajian teori dan journal penelitian dapat disimpulkan bahwa orang dengan kecerdasan interpersonal yang tinggi memiliki kemampuan untuk memimpin dengan baik dan berhasil dalam meningkatkan efektifitas organisasinya. Kecerdasan interpersonal tinggi dimiliki oleh 80 % pemimpin pemimpin dunia yang berhasil meningkatkan kemampuan organisasinya, sehingga dapat memperoleh keuntungan yang sangat besar dan menguasai pasar dunia.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Jamur power point

materi dapat didownload di sini

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

bakteri

PROPOSAL PTK

  1. Judul: Meningkatkan Motivasi Belajar Memahami Cerita Rakyat dengan Teknik Bermain Peran (Drama) pada Siswa Kelas X 3 SMA Negeri 1 Yogyakarta
  2. Pendahuluan
  3. Latar Belakang Masalah

Krisis moral yang terjadi pada remaja marak diperbicangkan. Krisis moral diperlihatkan dengan banyaknya perilaku menyimpang yang dilakukan para remaja seperti etika sopan-santun yang semakin diabaikan, pergaulan bebas, sampai dengan penggunaan narkoba. Krisis moral yang terjadi pada para remaja tidak lepas dari semakin pudarnya pendidikan karakter kepada para remaja. Banyak alasan yang menyebabkan semakin pudarnya pendidikan karakter, di antaranya zaman globalisasi yang menyebabkan remaja terpengaruh budaya luar melalui internet, televisi, dan lunturnya norma-norma dalam masyarakat, serta semakin sedikit keluarga yang masih menanamkan pendidikan karakter kepada anaknya.

Melihat kenyataan di atas pendidikan karakter penting diberikan kepada siswa. Pendidikan karakter berupa moral kebajikan itu harus terpancar dari samanya ucapan, sikap, dan perbuatan atau jika meminjam konsep Thomas Lickona (1999) adalah harmoninya antara moral knowing, moral feeling, dan moral action dalam pengertian bahwa seseorang yang berkarakter itu mempunyai pikiran yang baik (thinking good), memiliki perasaan yang baik (feeling good), dan juga berperilaku baik (acting good).

Pendidikan karakter dapat menjadikan bekal untuk siswa dalam berperilaku sesuai dengan tatanan nilai-nilai luhur yang ada dalam kehidupan berbangsa. Tatanan nilai-nilai luhur yang dalam kehidupan berbangsa dapat digali melalui seperti cerita rakyat. Cerita rakyat (folk tale) bagian dari folklore yang berupa tradisi yang telah dilakukan oleh masyarakat secara turun-temurun. Siswa tidak hanya belajar tentang tradisi budaya bangsanya melalui cerita rakyat, tetapi juga moral yang ingin disampaikan melalui cerita rakyat.

Selain hal tersebut, cerita rakyat juga termasuk salah satu materi yang ada dalam Standar Kelulusan (SKL) yang diujikan secara nasional. Oleh karena penting dan bermanfaatnya pembelajaran cerita rakyat, diharap siswa memiliki motivasi dalam belajar. Dengan motivasi yang tinggi, maka ketercapaian belajar semakin maksimal.

Berdasarkan observasi awal peneliti, masih banyak anak yang belum mengenal cerita rakyat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini terbukti ketika siswa kelas X 3 diberi beberapa pertanyaan tentang cerita rakyat yang berasal dari luar Jawa, seperti cerita rakyat dari Aceh, Bali, Nusa Tenggara, dan lain-lain tidak dapat menjawab pertanyaan. Ketika diberi pertanyaan mengapa tidak tahu karena mereka jarang membaca dan mendengar cerita rakyat. Mereka beranggapan cerita rakyat tidak menarik karena cerita dalam cerita rakyat  monoton, tidak modern, sehingga membosankan.

Melihat kenyataan di atas, perlu diupayakan membangkitkan minat belajar siswa dalam kegiatan belajar cerita rakyat. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan metode yang menarik. Metode bermain peran salah satu metode yang menarik. Selain metode bermain peran memberikan siswa bebas berekspresi sesuai dengan karakter tokoh dalam cerita, siswa dapat mempelajari nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat tanpa merasa digurui.

Bermain peran melibatkan siswa secara optimal. Siswa tidak hanya mempelajari isi cerita, tetapi juga mengubah cerita dalam bentuk seni pertunjukkan. Siswa dapat belajar mempersiapkan pemeranan dengan mengubah cerita dalam bentuk naskah drama, belajar memerankan karakter, mempersiapkan properti yang mendukung, sampai dengan penguasaan panggung.

Metode bermain peran juga melibatkan aktivitas siswa secara kelompok sehingga membutuhkan kerja sama antaranggota kelompok. Kerja sama antaranggota kelompok yang baik akan menentukan keberhasilan dalam bermain peran yaitu kesepakatan bersama, kekompakkan, saling memotivasi. Jadi, ada beberapa hal yang dapat menentukan keberhasilan suatu metode bermain peran yaitu kerja sama antarkelompok, penguasaan cerita, penguasaan pemeranan, sampai dengan penguasaan pementasan.

Metode bermain peran juga melibatkan siswa yang menonton penampilan temannya dalam bermain peran. Siswa tidak hanya berkreasi melalui pementasan, tetapi juga mengapresiasi penampilan teman dalam bermain peran. Siswa yang menonton dapat memberikan penilaian keunggulan dan kekurangan pementasan teman.

Dari uraian di atas, metode bermain peran tepat digunakan dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia khususnya dalam mempelajari cerita rakyat. Metode tersebut tepat jika diterapkan pada siswa kelas X 3 SMA Negeri 1 Yogyakarta yang sebagian besar beranggapan cerita rakyat tidak menarik dan membosankan. Dengan melibatkan secara penuh dan aktif, siswa dapat menemukan keindahan karya sastra lama yang terdapat dalam cerita rakyat. Hal ini sejalan dengan pendapat Suyatno bahwa salah satu metode pendekatan pembelajaran yang dapat membangkitkan minat belajar siswa adalah metode partisipatori. Metode partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Dalam metode partisipatori, siswa aktif, dinamis, dan berlaku sebagai subjek. Dengan berpartisipasi aktif, siswa dapat menemukan hasil belajar.

Metode bermain peran sejalan dengan paradigma pembelajaran yaitu learning to know, (2) learning to do, (3) learning to be, (4) learning to live together. Pembelajaran merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang memadukan secara sistematis dan berkesinambungan suatu kegiatan. Kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Kegiatan pembelajaran mengembangkan kemampuan untuk mengetahui, memahami, melakukan sesuatu, hidup dalam kebersamaan, dan mengaktualisasikan diri (Puskur 2004). Oleh sebab itu, penulis akan mengadakan penelitian tentang peningkatan motivasi belajar prosa lama melalui metode bermain peran.

 

  1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut.

  1. Apa sajakah kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa kelas X 3 SMA N 1 Yogyakarta dalam pembelajaran memahami cerita rakyat?
  2. Apa sajakah kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa kelas X 3 SMA N 1 Yogyakarta dalam penerapan metode teknik bermain peran?
  3. Apakah metode bermain peran dapat meningkatkan motivasi siswa kelas X 3 SMA N 1 Yogyakarta dalam memahami cerita rakyat?
  4. Bagaimana peningkatan motivasi belajar siswa kelas X 3 SMA N 1 Yogyakrta dalam memahami cerita rakyat melalui metode bermain peran?
Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

virus, structure and function

Biologi berasal dari dua kata, yaitu bios yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu. Jadi biologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup (organime). Dalam bahasa Indonesia, biologi juga disebut ilmu hayat. Biologi merupakan cabang ilmu pengetahuan alam (IPA)  yang sekarang  disebut  sains. Sains  berasal dari kata dalam bahasa Inggris science. Sains dalam  pengertian ebenarnya adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang berbagai fenomena alam sehingga rahasia yang dikandungnya dapat diungkap dan dipahami.

            Sains menggunakan metode ilmiah untuk mengungkap rahas8ia alam tersebut. Metode ilmiah meliputi merumuskan masalah,  menyusun kerangka berpik8ir, menetapkan hipotesis,(dugaan sementara), pengujian hipotesis, pengolahan data, menatik kesimpulan, serta mempublikasikan atau melaporkan hasil pengamatan.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kemampuan managemen waktu yang efektif menjadi kunci awal kesuksesan seseorang

Waktu yang disediakan untuk semua orang sama, yaitu 24 jam (sehari semalam).Tapi ada orang yg sukses dengan pemanfaatan waktu itu, sementara juga ada yang bingung memanfaatkan waktu yang sebanyak itu. Sekarang kitalah pengambil keputusan untuk sukses atau gagal dengan waktu itu. Kalau kita pandai memanfaatkan waktu itu untuk usaha yang sedikit menantang tapi kita nikmati dan dapat menghasilkan uang, maka kita akan jadi sukses duniawi. Nah, kalau sukses itu kita tambah sedikit dengan banyak syukur dan sedekah maka kita akan tambah sukses ukhrowi. Lengkap sudahlah kesuksesan itu. Tinggal kesinambungan dari proses itu yang harus terus kita jaga.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Adakah hubungan antara contextual teaching and learning dengan peningkatan prestasi belajar anak?

CTL merupakan satu pendekatan belajar dengan inti pada belajar penuh makna. Jadi caranya adalah siswa dikontakkan langsung dengan objek atau proyek belajarnya di alam atau kejadian nyata di lingkungannya. Anak diberi kesempatan seluas luas untuk berproses dan menemukan sendiri konsep konsep ilmu, pengetahuan,ketrampilan. Guru memfasilitasi apa yang direncanakannya dan siswa melaksanakan di lapangan,

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar