efektifitas hubungan guru dan murid

HUBUNGAN GURU DAN MURID YANG BAIK MEMOTIVASI ANAK UNTUK DAPAT BERPRESTASI BELAJAR .

(SEBUAH STUDI KASUS YANG  NYATA TERJADI DAN DAPAT DIJADIKAN SATU TITIAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SERTA MENCIPTAKAN HUBUNGAN YANG BAIK ATAU HARMONIS ANTARA GURU DENGAN SISWA)

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH

 

DRA. MUNDARI

GURU BIOLOGI SMA NEGERI I TELADAN YOGYAKARTA

 

 

 

DALAM RANGKA MEMENUHI TUGAS PADA MATRIKULASI PSIKOLOGI INDUSTRI ORGANISASI PROGRAM PASCHA SARJANA UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

 

YOGYAKARTA                                                                                                                   2010

BAB  I

PENDAHULUAN

Tidaklah dapat dipungkiri bahwa manusia itu merupakan makhluk sosial, sehingga dalam hidup dan kehidupannya selalu berhubungan dengan manusia yang lain. Hubungan antar manusia itu dapat terjadi dalam berbagai bentuk, dapat satu manusia berhubungan dengan satu manusia yang lain, satu manusia dengan kelompok manusia yang lain atau kelompok manusia dengan kelompok manusia yang lain. Hubungan antar manusiapun dapat didasarkan pada berbagai kepentingan , misalnya hubungan antar para pedagang, hubungan antar anggota dalam masyarakat , hubungan antar organisasi sosial, hubungan antara orang tua dengan murid, hubungan antar pimpinan dengan bawahan pada perusahaan, hubungan antara guru dengan murid, dan lain lain. Hubungan hubungan yang terjadi diatas hanyalah contoh yang amat sangat sedikit yang terjadi di muka bumi ini. Hubungan dapat menjadi amat baik, baik, atau memburuk, atau dapat pula menjadi buruk sekali. Tujuan dari berbagai hubungan diatas atau hubungan hubungan yang lain yang terjadi di kehidupan manusia bertujuan tidak lain adalah untuk menunjang atau memudahkan pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan atau disepakati. Salah satu tujuan pendidikan misalnya untuk meningkatkan kecerdasan manusia atau siswa. Lebih dipersempit lagi tujuan pendidikan dapat berujud meningkatkan prestasi belajar siswa, dan dapat dioperasionalkan lagi, misalnya menjadi meningkatkan nilai ujian nasional .

Ternyata ada hubungan yang sangat signifikan  antara  hubungan  guru dengan murid  dengan prestasi belajar murid . Lalu hubungan yang manakah atau yang seperti apakah yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tersebut ? Harus bagaimanakah sikap guru ataupun sikap murid  supaya dapat mendukung pencapaian prestasi belajar itu ? Prestasi belajar yang manakah yang dapat dicapai dengan adanya hubungan yang baik antara guru dengan murid tersebut ? Perlukah kondisi kondisi khusus yang harus diciptakan supaya hubungan antara guru dengan murid yang baik tersebut  dapat mendukung pencapaian prestasi belajar yang baik?

Adakah peran orang tua dalam menciptakan hubungan yang baik antara guru dengan murid sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa ?

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Motivasi belajar siswa ternyata menjadi salah satu factor penentu dalam keberhasilan siswa menyelesaikan belajarnya di suatuu sekolah . Motivasi belajar ini ternyata dapat tumbuh secara alamiah dari diri  dalam siswa itu sendiri, atau juga dapat didorong tumbuhnya oleh pihak luar, misalnya oleh hubungan yang baik antara guru dan siswa, adanya kompetisi yang tinggi antar teman dalam satu sekolah dalam mencapai prestasi belajar, dorongan orang tua atau saudara dalam satu keluarga dan lain lain.

Menurut  (Sardiman ,2010 halaman 84-86)

Motivation is an essential condition of learning. Hasil belajar akan menjadi optimal , kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan , akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan  intensitas usaha belajar bagi para siswa.

Perlu ditegaskan, bahwa motivasi bertalian dengan suatu tujuan. Seperti disinggung di atas, bahwa  walaupun disaat siang bolong si abang becak juga menarik becaknya karena bertujuan untuk mendapatkan uang guna menghidupi anak dan istrinya. Juga para pemain sepak bola rajin berlatih tanpa mengenal lelah, karena mengharapkan akan mendapat kemenangan dalam pertandingan yang akan dilakukannya. Dengan demikian motivasi mempengaruhi adanya kegiatan.

Sehubungan dengan hal tersebut ada tiga fungsi motivasi :

  1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energy. Motivasi dalam hal ini merupakan  motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
  2. Menentukan  arah perbuatan , yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
  3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Seseorang siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain kartu atau membaca komik, sebab tidak serasi dengan tujuan.

Di samping itu, ada juga fungsi fungsi lain. Motivasi dapat juga berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seseorang siswa akan menentukan tingkat pencapaian prestasi belajar.

Menurut ( Sardiman, 2004 halaman 147-150)                                                          Untuk mendapatkan hasil belajarvyang optimal, banyak dipengaruhi komponen komponen belajar mengajar. Sebagai contoh bagaimana cara mengorganisasikan materi, metode yang diterapkan , media yang digunakan, dan lain lain. Tetapi di samping komponen komponen pokok yang ada dalam kegiatan belajar mengajar, ada factor lain yang ikut memengaruhi keberhasilan belajar siswa, yaitu soal hubungan antara guru dan siswa.

Hubungan antara guru dengan siswa siswa didik di dalam proses belajar mengajar merupakan factor yang sangat menentukan. Bagaimanapun baiknya bahan pelajaran yang diberikan , bagaimanapun sempurnanya metode yang digunakan, namun jika hubungan guru dan siswa merupakan hubungan yang tidak harmonis, maka dapat menciptakan suatu hasil yang tidak diinginkan.

Dalam hubungan ini, salah satu cara untuk mengatasinya adalah melalui contact-hours di dalam hubungan guru-siswa. Contact-hours atau jam jam bertemu antara guru dan siswa, pada hakikatnya merupakan kegiatan di luar jam jam presentasi di muka kelas seperti biasanya. Untuk tingkat perguruan tinggi peranan contact-hours ini sangat penting sekali.

Perlu digaris bawahi bahwa kegiatan belajar mengajar , tidak hanya melalui presentasi atau sistem kuliah di depan kelas. Bahkan sementara dikatakan metode dengan kuliah ( presentasi) tidaklah dianggap sebagai satu satunya proses belajar yang efisien bila ditinjau baik dari segi pengembangan sikap dan pikiran intelektual yang kritis dan kreatif.

Dengan demikian bentuk bentuk kegiatan belajar selain melalui pengajaran  di depan kelas, perlu diperhatiakan bentuk bentuk kegiatan belajar mengajar yang lain. Cara cara atau bentuk bentuk yang lain itu antara lain dapat melalui contact-hours tadi. Dalam saat saat semacam itu dapat dikembangkan komunikasi dua arah. Guru dapat menanyai  dan mengungkap  keadaan siswa dan sebaliknya siswa mengajukan berbagai persoalan persoalan dan hambatan yang sedang dihadapi. Terjadilah suatu proses interaksi dan komunikasi yang humanistic. Memang guru yang menerapkan prinsip prinsip humanistic approach akan tergolong pada humanistic teacher. Hal ini jelas akan sangat membantu keberhasilan studi para siswa . Berhasil dalam arti tidak sekedar tahu atau mendapatkan nilai baik dalam ujian, tetapi akan menyentuh pada soal sikap mental dan tingkah laku atau hal hal yang intrinsic. Dengan demikian , tujuan kemanusian harus selalu diperhatikan , sehingga salah satu hasil pendidikan yang diharapkan yakni human people , yaitu manusia yang memiliki kesadaran untuk memperlakukan orang lain dengan penuh respect and dignity.

Namun demikian harus diakui bahwa kegiatan informal semacam ini belum banyak dikembangkan . Di samping itu perlu juga diingat adanya hambatan hambatan tertentu. Misalnya kadang kadang masih adanya sikap otoriter dari guru, sikap tertutup dari guru, siswa yang pasif, jumlah siswa yang terlalu banyak, sistem pendidikan, keadaan dan latar belakang guru sendiri maupun para siswanya. Untuk mengatasi hal ini semua perlu dikembangkan sikap demokratis dan terbuka dari para  guru ada keaktifan dari pihak siswa dan guru harus bersifat ramah sebaliknya siswa harus bersifat sopan , saling hormat dan menghormati, guru lebih bersifat manusiawi, rasio guru dan siswa yang lebih proporsional, masing masing pihak bila perlu mengetahui latar belakang baik guru maupun siswanya.

Apabila hal tersebut dapat terpenuhi,maka akan terciptalah suatu komunikasi yang selaras antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar .

Bagaimana sebenarnya pengertian belajar atau cara memperbaiki hasil belajar siswa sehingga siswa menjadi dapat berprestasi.

 

Menurut  ( Sumadi Suryabrata, 1973 ) pengertian secara psikologi , belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan di dalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Disamping itu pengertian belajar dapat didefinisikan sebagai berikut , belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.

Faktor factor yang mempengaruhi prestasi belajar (Abu Ahmadi, 2003 halama 138 )

Prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi berbagai factor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (factor internal) maupun dari luar diri (factor eksternal) individu. Pengenalan terhadap factor factor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu murid dalam mencapai prestasi belajar yang sebaik baiknya.

Yang tergolong factor internal adalah :

  1. Faktor jasmaniah (fisiologi) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh. Yang termasuk factor ini misalnya penglihatan, pendengaran, struktur tubuh, dan sebagainya.
  2. Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh terdiri atas :
    1. Faktor intelektif  yang  meliputi :

1.   Faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat

2.  Faktor kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah dimiliki

b.   Faktor non intelektif, yaitu unsur unsur kepribadian tertentu seperti    sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi, penyesuain diri

3. Faktor kematangan fisik maupun psikis

Yang tergolong factor eksternal,  adalah :

  1. Faktor  sosial yang terdiri atas :

1)      Lingkungan keluarga

2)      Lingkungan sekolah

3)      Lingkungan masyarakat

4)      Lingkungan kelompok

  1. Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian
  2. Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim

 

4.Faktor lingkungan spiritual atau keamanan

Faktor factor tersebut saling berinteraksi secara langsung ataupun tidak langsung dalam mencapai prestasi belajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

Motivasi  adalah pendorong yang ampuh bagi siapapun  untuk berbuat sesuatu , dapat bersifat positif maupun negative. Seseorang yang sudah termotivasi maka dia akan dapat berbuat banyak untuk hidupnya dengan melakukan kegiatan kagiatan yang menunjang tercapainya tujuan yang sudah ditentukan. Motivasi menjadikan seseorang semangat, tidak mudah capek, tekun, telaten, ingin mencapai prestasi terbaik, selalu mencoba membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak sehingga tujuannya dapat tercapai. Kalau motivasi itu sudah terbangun secara kukuh dalam jiwa seorang siswa maka dapat piprediksikan bahwa prestasi belajarnya juga akan meningkat. Motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. Seberat apapun suatu proses belajar yang harus ditempuh oleh siswa, bila motivasi belajar  sudah tumbuh subur dalam ruh atau jiwanya maka hal tersebut pasti akan ditempuh. Kalau sudah seperti ini dapat dipastikan prestasi atau hasil belajar yang diperoleh siswa akan maksimum. Motivasi belajar yang setinggi ini tidaklah lahir dengan sendirinya, tapi melalui tahapan proses yang sangat panjamg dan melelahkan dengan melibatkan banyak komponen dalam suatu sistem pendidikan. Komponen tersebut antara lain adalah adanya  hubungan yang baik antara guru dengan murid, baik selama proses belajar mengajar di dalam kelas maupun melalui contact hours atau  jam jam bertemu di luar kelas atau di luar jam jam presentasi. Dalam jam jam bertemu ini guru dapat menyampaikan banyak hal, misalnya tentang pelajaran yang disampaikan, melatih mengerjakan banyak soal, mengadakan evaluasi tentang pencapain tujuan pembelajaran. Sementara siswa dapat menanyakan banyak hal tentang kesulitan kesulitan belajarnya, menyelesaikan latihan latihan soal, atau menanyakan topik topik pelajaran yang belum jelas atau malah tidak jelas sama sekali. Jadi kesimpulannya hubungan yang baik antara guru dengan murid dapat memotivasi belajar siswa, yang pada akhirnya dapat menghasilkan  prestasi belajar siswa yang tinggi.

Salah satu cara untuk menumbuhkan hubungan yang baik antara guru dengan siswa secara informal ini adalah menumbuhkan proses interaksi dan komunikasi yang humanistic. Dalam hubungan ini diperlukan kesiapan untuk mengubah perilaku perilaku lama yang cenderung  otoriter, kaku, merasa benar sendiri, tertutup, mahal senyum  dari guru. Untuk  mengatasi masalah ini perlu dikembangkan sikap terbuka dan demokratis dari para guru.  Sementara itu  harus ada keaktifan  dari  pihak siswa dan guru harus bersifat ramah . Siswa juga harus bersifat sopan, saling hormat menghormati, guru lebih bersifat manusiawi, rasio guru dan siswa yang lebih proporsional, masin  masing pihak bila perlu mengetahui latar belakang baik guru maupun siswa. Interaksi dan komunikasi yang humanistic ini dapat terbentuk jika guru menerapkan prinsisp prinsip humanistic approach dan akan tergolong pada humanistic teacher.                                                                   Komunikasi yang selaras antara guru dengan murid  dalam proses belajar mengajar memang memerlukan beberapa persyaratan yang seyogyanya diperhatikan. Persyaratan tersebut adalah diperlukan dedikasi yang penuh dikalangan guru yang disertai dengan kesadaran akan fungsinya sebagai pamong bagi anak didiknya atau siswanya.Tanpa adanya rasa dedikasi yang tinggi dari guru untuk mengabdi pada kepentingan calon calon  pemimpin bangsa ini mustahil sebuah prestasi gemilang akan dapat dicapai. Dedikasi yang tinggi memerlukan kekuatan hati yang bening, tujuan yang mulia dan tinggi dari seorang guru, tanpa harus pamrih dengan kebutuhan duniawi yang terus akan menggelincirkan hati dalam fitnah zaman yang seperti sekarang ini. Menciptakan hubungan yang baik antara antara sesama staf pengajar dan pimpinan, sehingga mencerminkan pula hubungan yang baik antara guru dengan siswa. Staf menjadi salah satu sistem yang sangat penting dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah, sebab bagian inilah yang menfasilitasi proses pendidikan di sekolah secara langsung mulai dari fasilitas fisik maupun penyediaan sumber daya manusianya.Fasilitas fisik yang dimaksud dapat berupa ruangan ruangan kelas untuk belajar siswa maupun guru beserta kelengkapannya, serta seluruh lingkungan hidup maupun tidak hidup yang ada di sekolah.Faktor lingkungan spiritual, keamanan, kebersihan lingkungan, fasilitas belajar, fasilitas di rumah, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata menjadi faktor penentu yang tidak dapat dilepas dari peningkatan prestasi belajar siswa. Semuanya terkait sangat lekat satu dengan yang lainnya tanpa dapat dilepaskan sedikitpun.Berproses secara sinergi sejalan dengan proses belajar mengajar antara guru dengan siswanya . Sistem pendidikan dan kurikulum yang mantab, adanya fasilitas ruangan yang memadai bagi para guru untuk mencukupi kebutuhan tempat bertamu antara guru dan siswa juga menjadi factor penentu dalam membentuk prestasi belajar siswa yang tinggi. Rasio guru dan siswa yang rasional, sehingga guru dapat melakukan pendidikan dan hubungan secara baik, juga menentukan tingginya prestasi  belajar siswanya. Guru menjadi tidak terlalu lelah untuk melayani kebutuhan para siswanya, dan siswa tidak perlu menunggu teralu lama jika ada hal hal yang harus diselesaikan dengan gurunya.Kedisiplinan antara guru dan siswa juga dapat dipantau dengan mudah dan cepat dalam melaksanakan proses belajar mengajar oleh komponen penjamin mutu di sekolah ini.Hal ini sangat penting karena dapat menciptakan atmosphere akademik bagi seluruh guru dan muridnya.

Perlunya kesejahteraan guru yang memadai sehingga guru tidak terpaksa harus mencari hasil sampingan.Guru dapat memusatkan pikiran dan hatinya di sekolah ini karena kesejahteraan yang diterimanya relative cukup baik untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi diri dan keluarganya.Guru tidak perlu mencari hasil sampingan di tempat lain yang pada akhirnya dapat mengganggu konsentrasi mengajarnya, yang kemudian dapat menurunkan prestasi belajar siswa.Menjadi tugas komite sekolah dan para pembuat keputusan di sekolah ini, sehingga kesejahteraan guru terus dapat ditingkatkan sesuai dengan tuntutan zaman dan keilmuan.  Bila interaksi dan komunikasi yang humanistic antara guru dengan murid ini sudah terbentuk maka prestasi belajar siswa juga akan terbentuk menjadi lebih baik.

Prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi berbagai factor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri maupun dari luar diri individu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono,  Psikologi  Belajar. Rineka Cipta, Jakarta, 2004.

Sardiman A.M. Interaksi  dan Motivasi Belajar Mengajar. Raja Grafindo Persada, 2010.

Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan ( Suatau Penyajian Secara Operasional) Jilid II, Rake Press, Yogyakarta, 1973.

 

 

 

Tentang uunsmaji

Saya seorang guru Biologi yang suka membaca, menulis, meneliti,diskusi,presentasi, mengabdi pada banyak lini demi kebaikan di hari nanti. Bersuami guru juga dengan empat orang anak, tiga orang anak perempuan dan satu anak laki laki
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s